
Ciuman di Bawah Pohon Jacaranda
By NHandayani
romance · 2026-04-23
Senja, seorang manajer pemasaran di sebuah hotel mewah di Bali, jatuh cinta pada Dimas, putra pemilik hotel. Hubungan mereka terlarang karena perbedaan status sosial. Senja menemukan Dimas dengan seorang wanita lain di sebuah kafe.
Bab 1
Ciuman di Bawah Pohon Jacaranda
Deburan ombak Pantai Kuta seperti berbisik, menyembunyikan rahasia yang selama ini kubawa. Angin laut mengacak rambutku, seolah ikut merasakan gelisah yang menggerogoti hatiku. Hari ini, aku akan bertemu dengannya lagi. Bayangannya, senyumnya, sentuhannya... semuanya terukir dalam setiap inchi ingatanku.
Namaku Senja Kirana. Aku dibesarkan di lingkungan yang menjunjung tinggi adat dan tradisi Bali. Keluarga Sukarno, pemilik hotel mewah "Tirta Agung," tempatku bekerja sebagai manajer pemasaran, adalah simbol kesuksesan dan kehormatan. Aku, hanyalah seorang karyawan biasa, berusaha keras membuktikan diri di dunia yang dipenuhi intrik dan harapan.
Namun, di balik gemerlapnya dunia pariwisata, tersembunyi sebuah kisah terlarang. Sebuah cinta yang tidak seharusnya ada. Dimas Sukarno, putra tunggal keluarga Sukarno, adalah alasan di balik malam-malam tanpa tidurku. Ketampanannya, kecerdasannya, dan kebaikannya membuatku jatuh cinta tanpa bisa kucegah.
Kami bertemu secara tidak sengaja di taman hotel, di bawah pohon Jacaranda yang sedang bermekaran. Bunga-bunga ungu yang berguguran menjadi saksi bisu percakapan rahasia kami, tatapan curi-curi, dan sentuhan singkat yang membakar. Dia adalah atasanku, pewaris kerajaan bisnis keluarga Sukarno, dan aku... hanya seorang karyawan.
Hubungan kami adalah api dalam sekam. Setiap pertemuan adalah perjudian, setiap kata adalah kode rahasia. Kami tahu resikonya. Skandal akan menghancurkan karirku, bahkan mungkin merusak reputasi keluarganya. Namun, kami tidak bisa berhenti.
Siang ini, Dimas memintaku menemuinya di sebuah kafe terpencil di Ubud. Jantungku berdebar kencang. Apakah dia akan mengakhiri semuanya? Atau... apakah dia merasakan hal yang sama denganku? Saat aku tiba di kafe, aku melihatnya duduk di sudut ruangan, wajahnya tampak tegang. Ada seorang wanita cantik duduk di hadapannya. Dia memegang tangan Dimas dan tersenyum. Siapakah dia?