Pertemuan yang Membakar

Pertemuan yang Membakar

By Rina Maharani

romance · 2026-04-23

Anya Adiwangsa, putri dari keluarga kaya raya, bertemu dengan Reno Prasetya, seorang pria misterius yang menumpahkan kopi padanya di acara penting. Reno mengungkapkan bahwa dia adalah saingan bisnis keluarganya dan memiliki dendam pribadi. Anya mengetahui bahwa Reno adalah putra dari seorang pengusaha yang bangkrut karena ulah ayahnya, dan dia bertekad untuk membalas dendam.

Bab 1

Bab 1: Pertemuan yang Membakar

Kilatan blitz kamera adalah hal terakhir yang diingat Anya sebelum aroma kopi pahit menyerbu indranya. Cairan panas itu membasahi gaun sutra merahnya, sebuah karya seni yang dirancang khusus untuk malam ini, malam peluncuran galeri seni ibunya.

"Ya Tuhan!" seru seseorang di dekatnya, tetapi Anya hanya bisa menatap nanar pada noda cokelat yang kini menghiasi gaunnya. Malam yang seharusnya menjadi puncak kesuksesannya, malah berubah menjadi bencana dalam hitungan detik.

Ia mendongak, matanya bertemu dengan sepasang mata kelabu yang dingin. Seorang pria berdiri di hadapannya, cangkir kopi yang sudah kosong tergantung di tangannya. Dia tinggi, dengan rahang tegas dan rambut hitam legam yang disisir rapi. Ketampanannya tak terbantahkan, tetapi ekspresinya menunjukkan ketidakpedulian yang menyebalkan.

"Maaf," ucap pria itu, suaranya rendah dan berat. "Saya tidak sengaja."

"Tidak sengaja?" Anya mengulangi, nadanya meninggi. "Anda baru saja menumpahkan kopi panas ke gaun rancangan desainer! Apakah menurut Anda kata 'maaf' cukup?"

"Lalu, apa yang Anda inginkan?" pria itu bertanya, alisnya terangkat. "Saya akan mengganti biaya kerugian Anda."

"Ini bukan tentang uang!" Anya berteriak, menarik perhatian beberapa tamu undangan. "Ini tentang kesembronoan dan kurangnya rasa hormat!"

Pria itu mendengus. "Rasa hormat? Anda pikir saya peduli dengan rasa hormat?"

Anya terkejut dengan ketidakpeduliannya. Siapa pria ini yang berani merusak malamnya dan bersikap seolah-olah dia adalah korban di sini?

"Anda tahu, Anda seharusnya lebih berhati-hati," Anya berkata, berusaha menenangkan diri. "Ini adalah acara penting bagi keluarga saya."

"Keluarga?" Pria itu menyeringai sinis. "Keluarga Adiwangsa? Keluarga yang terkenal dengan praktik bisnis kotor mereka?"

Anya tersentak. Bagaimana dia tahu tentang itu? Keluarga Adiwangsa memang memiliki reputasi yang kurang baik di kalangan tertentu, tetapi mereka selalu berusaha menjaga citra publik tetap bersih.

"Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan," Anya berkata, berusaha menyembunyikan kegugupannya.

"Oh, saya yakin Anda tahu," pria itu balas, matanya menatap tajam ke arah Anya. "Keluarga Anda telah merugikan banyak orang, Nona Adiwangsa. Dan saya di sini untuk memastikan Anda membayar semua itu."

Sebelum Anya sempat membalas, ibunya, Renata Adiwangsa, menghampiri mereka dengan senyum palsu yang sudah menjadi ciri khasnya.

"Anya sayang, siapa tamu istimewa ini?" Renata bertanya, matanya meneliti pria itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Ibu, ini…," Anya ragu-ragu. Dia tidak tahu siapa pria ini, tetapi dia tahu bahwa pria ini adalah musuh.

"Saya Reno," pria itu memperkenalkan dirinya dengan senyum dingin. "Reno Prasetya. Saya adalah… saingan bisnis keluarga Anda."

Renata tertawa kecil, tetapi Anya bisa melihat ketegangan di matanya. Dia tahu persis siapa Reno Prasetya. Dia adalah duri dalam daging keluarga Adiwangsa selama bertahun-tahun, selalu berusaha menggagalkan rencana mereka dan mencuri keuntungan mereka.

"Senang bertemu dengan Anda, Reno," Renata berkata, suaranya penuh dengan peringatan terselubung. "Saya harap Anda menikmati acara ini."

"Tentu saja," Reno menjawab, matanya tidak lepas dari Anya. "Terutama bagian di mana saya bisa melihat Nona Adiwangsa dipermalukan di depan semua orang."

Detik itu juga, Anya tahu bahwa pertemuannya dengan Reno Prasetya bukanlah sebuah kebetulan. Pria ini datang dengan sebuah misi, dan dia tidak akan berhenti sampai dia menghancurkan keluarga Adiwangsa. Dan entah bagaimana, Anya merasa bahwa dirinya akan menjadi bidak utama dalam permainan berbahaya ini.

Malam itu, Anya tidak bisa tidur. Kata-kata Reno terus terngiang di kepalanya. Siapa sebenarnya pria ini? Dan apa yang dia rencanakan?

Keesokan harinya, Anya memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Reno Prasetya. Dia meminta bantuan sahabatnya, Luna, seorang hacker jenius yang bisa menemukan informasi apa pun di internet. Luna dengan senang hati membantu, dan dalam hitungan jam, dia mengirimkan sebuah file yang berisi semua informasi tentang Reno Prasetya.

Anya membuka file itu dengan napas tertahan. Dia membaca tentang latar belakang Reno, pendidikannya, dan karirnya yang meroket di dunia bisnis. Dia juga membaca tentang perusahaan yang didirikannya, Prasetya Corp, yang menjadi pesaing utama Adiwangsa Group.

Tetapi ada satu hal yang membuat Anya terkejut. Reno Prasetya adalah putra dari seorang pengusaha kecil yang bangkrut karena ulah ayah Anya bertahun-tahun yang lalu. Ayah Reno meninggal tak lama kemudian, meninggalkan Reno seorang diri untuk membalaskan dendam.

Anya merasa bersalah dan marah pada saat yang bersamaan. Dia tahu bahwa ayahnya bukanlah orang suci, tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa tindakannya bisa menyebabkan kehancuran seseorang. Dan sekarang, Reno Prasetya datang untuk membalas dendam, dan dia tidak akan berhenti sampai dia menghancurkan segalanya yang berharga bagi Anya.

Anya menggenggam ponselnya erat-erat. Dia harus melakukan sesuatu untuk menghentikan Reno. Tetapi apa yang bisa dia lakukan? Dia tidak bisa melawan pria yang begitu bertekad untuk menghancurkannya.

Tiba-tiba, sebuah ide muncul di benaknya. Ide yang gila, berani, dan mungkin berbahaya. Tetapi itu adalah satu-satunya cara untuk melindungi keluarganya.

Anya menarik napas dalam-dalam dan membuka aplikasi pesan. Dia mengetik sebuah pesan untuk Reno Prasetya:

"Kita perlu bicara."

Lanjut ke Bab 2