Takdir Terukir di Bawah Rembulan Darah

Takdir Terukir di Bawah Rembulan Darah

By Rina Maharani

fantasy · 2026-04-23

Jian Yun, penyintas muda pembantaian, diburu karena kotak kayu misterius. Dia terpaksa melarikan diri setelah desanya dihancurkan. Dikejar tanpa henti, dia jatuh ke jurang bersama kotak itu, yang terbuka dan memancarkan cahaya menyilaukan. Dia ditarik ke dimensi lain.

Bab 1

Bab 1: Takdir Terukir di Bawah Rembulan Darah

Aroma anyir darah dan debu beradu menusuk hidung. Jian Yun, dengan napas terengah-engah, memeluk erat sebuah kotak kayu usang. Di sekelilingnya, mayat-mayat berserakan, jubah mereka yang dulunya megah kini ternoda lumpur dan darah. Cahaya rembulan merah yang aneh menyinari pemandangan mengerikan itu, mewarnai segalanya dengan rona kematian.

"Sial... mereka menemukanku..." bisiknya, suaranya serak. Jian Yun, baru berusia lima belas tahun, seharusnya berada di Desa Bunga Persik yang tenang, belajar kaligrafi dan bermimpi tentang masa depan yang cerah. Namun, takdir punya rencana lain, rencana yang ditulis dengan tinta darah dan air mata.

Enam bulan lalu, kehidupannya berubah drastis. Klan Gagak Emas, sebuah sekte sesat yang haus kekuasaan, menyerbu desanya. Mereka membantai semua orang, mencari sesuatu, sesuatu yang sangat berharga. Jian Yun selamat karena disembunyikan oleh ibunya di dalam sumur tua. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ibunya menyerahkan kotak kayu itu, berpesan agar Jian Yun membawanya ke puncak Gunung Abadi, tempat para Dewa Bersemayam.

Sejak saat itu, Jian Yun melarikan diri, dikejar tanpa henti oleh para pemburu Klan Gagak Emas. Mereka menginginkan kotak itu. Tapi apa isinya? Jian Yun tidak tahu. Dia hanya tahu, kotak ini adalah satu-satunya warisan yang tersisa dari keluarganya, satu-satunya harapan untuk membalaskan dendam.

Dia berlari, bersembunyi, dan bertahan hidup dengan segala cara. Dia belajar bertarung dari buku-buku kuno yang sempat ia selamatkan dari perpustakaan desanya. Dia belajar menggunakan energi spiritual yang tersembunyi di dalam dirinya, energi yang baru bangkit setelah tragedi itu. Dia bukan lagi Jian Yun yang dulu, anak desa yang polos. Dia adalah Jian Yun, pewaris takdir yang terukir di bawah rembulan darah.

Saat itu, sebuah suara berat memecah kesunyian malam. "Di sana dia! Jangan biarkan dia lolos!"

Jian Yun menoleh. Di kejauhan, di bawah cahaya rembulan merah, dia melihat bayangan-bayangan bergerak cepat ke arahnya. Jumlah mereka lebih banyak dari sebelumnya. Mereka dipimpin oleh seorang pria berjubah hitam dengan aura yang menakutkan. Jian Yun tahu, dia tidak bisa melawan mereka.

Dengan sisa tenaga yang ada, Jian Yun berlari. Dia tahu, Gunung Abadi masih jauh. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Dia harus sampai ke sana. Dia harus mencari tahu apa isi kotak ini. Dia harus membalaskan dendam keluarganya.

Tiba-tiba, tanah di bawah kakinya bergetar. Sebuah retakan besar muncul, membelah tanah di depannya. Jian Yun kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam jurang yang gelap dan dalam. Kotak kayu itu terlepas dari tangannya dan ikut terjatuh.

"Tidak!" teriak Jian Yun, berusaha meraih kotak itu. Namun, terlambat. Dia hanya bisa melihat kotak itu menghilang ditelan kegelapan. Dia pun ikut tenggelam, jatuh ke dalam jurang yang tak berujung, menuju takdir yang tidak diketahui.

Saat Jian Yun jatuh semakin dalam, dia merasakan aura yang aneh. Aura itu tidak jahat seperti aura Klan Gagak Emas, tapi juga tidak sepenuhnya baik. Aura itu kuno, kuat, dan penuh misteri. Lalu, sebelum dia kehilangan kesadaran, dia melihat sebuah cahaya terang di dasar jurang. Cahaya itu memanggilnya, menjanjikan kekuatan, pengetahuan, dan mungkin... harapan.

Di saat yang sama, kotak kayu yang terjatuh bersamanya terbuka. Dari dalam kotak, terpancar cahaya keemasan yang menyilaukan. Cahaya itu membentuk sebuah pusaran, menarik Jian Yun dan kotak itu ke dalam dimensinya sendiri. Apa yang menanti Jian Yun di sana? Akankah dia selamat dari kejatuhan ini? Dan apa sebenarnya isi kotak kayu itu? Semuanya akan terjawab... atau mungkin tidak.

Lanjut ke Bab 2